Repositori Kemendikbud Jadi Tempat Penyimpanan & Publikasi Digital Terbaik

 Repositori Kemendikbud Jadi Tempat Penyimpanan & Publikasi Digital Terbaik

 Jakarta – Repositori Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berhasil menjadi tempat penyimpanan informasi dan publikasi digital kementerian terbaik di Indonesia.

Repositori ini dikelola dan dikoordinasikan oleh Perpustakaan Kemendikbud di bawah Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (BKHM) dan merupakan hasil kolaborasi antara Perpustakaan Kemendikbud dengan pustakawan/pengelola perpustakaan di seluruh unit kerja dan unit pelaksana teknis (UPT) Kemendikbud.

Sebanyak 138 satuan kerja di lingkungan Kemendikbud telah bergabung dan mendokumentasikan hasil karya cetak dan karya rekamnya dalam repositori ini.

Baca Juga : Syarat Mahasiswa & Dosen Bisa Menikmati Kuota Gratis 

Repositori Kemendikbud menjadi bukti bahwa paradigma perpustakaan abad 21 bukan hanya sebagai tempat menyimpan, membaca, dan meminjam koleksi, namun juga berperan sebagai penghubung dan penyedia akses terhadap data, informasi, dan pengetahuan yang dibutuhkan oleh pemustakanya.

Evy berharap, Repositori Kemendikbud memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi dan hasil terbitan/publikasi di lingkungan Kemendikbud secara cepat.

Evy juga mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan sumber informasi yang terdapat dalam repositori Kemendikbud sebagai media sumber belajar baik di masa pandemi maupun ke depannya.

Baca Juga : Kemendikbud Terbitkan Kurikulum ‘Darurat’, Apa Itu?

“Silakan mengakses repositori Kemendikbud pada http://repositori.kemdikbud.go.id. Koleksi repositori ini akan terus diperbaharui,” tandas Evy.

Sementara itu, Pustakawan Ahli Madya, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), Tatat Kurniawati mengatakan bahwa Repositori Kemendikbud menjadi nomor satu untuk jenis Perpustakaan Khusus.

Repositori ini menjadi wadah bagi perpustakaan khusus dalam mendokumentasikan, menyimpan, melestarikan, dan mendayagunakan karya cetak karya rekam (KCKR) di lingkungan lembaganya.

“Saya sangat mengapresiasi kerja keras Perpustakaan Kemendikbud dalam mengumpulkan dan mendokumentasikan KCKR di lingkungan Kemendikbud ke dalam repositori institusi,” ujar Tatat.

“Hal ini karena Perpustakaan Nasional RI sedang mendorong perpustakaan khusus untuk membangun repositori institusi dalam rangka e-deposit KCKR,” pungkasnya.

Admin

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *