Prosedur Pengajuan Nikah di KUA

 Prosedur Pengajuan Nikah di KUA

Nikah di KUA Gratis

CermatPedia.com – Setelah mengetahui biaya dan persyaratan nikah di KUA, kini Anda bisa melihat prosedurnya agar tidak kebingungan saat mendaftar nikah di KUA nanti.

Adapun prosedur pengajuan nikah di KUA adalah sebagai berikut:

#1 Menentukan Lokasi Akad Nikah

Lokasi akad nikah merupakan penentu surat-surat yang nantinya perlu disiapkan. Oleh karena itu, penting untuk menentukannya di awal.

Jika lokasi akad nikah berbeda dengan KTP domisili, maka Anda diharuskan mengurus surat rekomendasi dari KUA sesuai dengan alamat yang tercantum di KTP.

#2 Melengkapi Dokumen dan Syarat Pengajuan

Setelah menentukan lokasi akad nikah, selanjutnya Anda harus melengkapi surat-surat dan dokumen sebagai syarat pencatatan pernikahan yang berupa:

  • Surat pengantar dari ketua RT,
  • Surat pernyataan belum menikah dengan meterai Rp6.000 yang diketahui ketua RT dan RW serta Kelurahan setempat,
  • Surat keterangan untuk nikah model N1, N2, dan N4 yang bisa didapat dari Kelurahan,
  • Surat izin orangtua bagi yang belum berumur 21 tahun,
  • Surat cerai dari Pengadilan Agama buat yang sudah pernah nikah lalu bercerai,
  • Surat kematian dari Kelurahan kalau sudah pernah nikah lalu pasangannya meninggal,
  • Surat dispensasi poligami dari Pengadilan Agama kalau calon pengantin pria sudah beristri,
  • Surat rekomendasi nikah dari KUA domisili kalau tempat tinggalnya sesuai KTP tidak berada di wilayah kerja KUA yang akan dipakai buat nikah,
  • Surat izin dari atasan/komandan buat anggota TNI/Polri dan sipil TNI/Polri,
  • Fotokopi KTP dan kartu keluarga pasangan dan orang tua/wali,
  • Pas foto 2×3 sendiri-sendiri 5 lembar. Kalau anggota TNI, harus dengan pakaian dinas,
  • Pas foto berwarna calon pengantin duduk berdampingan 4 x 6 enam lembar,
  • Akta Kelahiran,
  • Fotokopi KTP saksi nikah.

Jika Anda menikah dengan orang asing (Warga Negara Asing), maka ada beberapa tambahan surat dan dokumen yang harus Anda lengkapi yaitu:

  • Surat tanda melapor diri (STMD) dari kepolisian,
  • Surat keterangan model KII dari dinas kependudukan kalau sudah tinggal lebih dari 1 tahun di Indonesia,
  • Tanda lunas pajak bangsa asing kalau sudah tinggal lebih dari 1 tahun di Indonesia,
  • Fotokopi paspor,
  • Fotokopi Akta Kelahiran,
  • Keterangan izin masuk sementara dari kantor imigrasi,
  • Surat keterangan dari Kedutaan atau Perwakilan Diplomatik negara yang bersangkutan.

#3 Mengetahui Alur Prosesi Nikah

Kementerian Agama telah menetapkan alur prosesi nikah di KUA sesuai dengan ketentuan pemerintah. Nah, bagi Anda calon pengantin, ketahui dahulu alurnya agar bisa melaksanakan prosesi dengan khidmat.

Berikut merupakan alur dari prosesi nikah di Kantor Urusan Agama (KUA):

  1. Mendatangi ketua RT untuk mengurus surat pengantar ke Kelurahan,
  2. Mendatangi Kelurahan untuk mengurus surat pengantar nikah ke KUA,
  3. Jika pernikahan kurang dari 10 hari kerja dari waktu pendaftaran, harus minta dispensasi dari Kecamatan,
  4. Membayar biaya akad nikah kalau lokasinya di luar KUA,
  5. Menyerahkan bukti pembayaran ke KUA,
  6. Mendatangi KUA tempat akad nikah untuk melakukan pemeriksaan surat-surat dan data calon pengantin serta wali nikah,
  7. Melaksanakan akad nikah sesuai dengan tempat dan waktu yang telah disetujui.

#4 Melunasi Biaya Nikah jika Menikah di Luar Jam Kerja

Seperti telah diungkapkan sebelumnya, Anda wajib membayar biaya sebesar Rp600.000 jika menikah tidak pada jam kerja KUA.

Pembayaran ini dapat dilakukan di bank persepsi terdekat yang ada di wilayah tempat pernikahan. Anda juga bisa menanyakan lokasi bank ini ke petugas KUA setempat.

Admin

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *